Image
0

REAKTOR BWR

BOILING WATER REACTOR

index

  • Boiling water reactor: reactor dari air mendidih :’)
  • Proses pemanasan pada BWR: air dipanaskan didalam teras langsung mendidih dan menjadi uap, uap ini berkumpul diseparator (bagian atas bejana tekan/teras) terjadi pemisahan uap dengan air lalu uap dialirkan ke turbin.
  • BWR tidak ada pendingin sekunder, jadi dari teras langsung ke turbin. Tekanan bejana berkisar ±70atm, suhu 185°c.
  • Kelemhannya materi yang bersifat korosif pada pipa dan bejana tekan teraktivasi oleh neutron dan tercampur dalam uap air, jadi harus ada penanganan radiasi ekstra.
  • Pompa aliran pendinin dialirkan oleh pompa resirkulasi, biasanya 2 pompa resirkulasi untuk mengalirkan pendingin
  • Teras BWR lebih besar dari PWR karena ada separator didalamnya.

download for detail: boiling-water-reactor

Advertisements
0

PEMELIHARAAN INSTRUMENTASI NUKLIR

EDISI III

GROUNDING SYSTEMS

GROUNDING SYSTEM

  • Suatu rangkaian atau jaringan mulai dari kutub pentanahan, hantaran, sampai terminal pentanahan untuk menyalurkan arus ke bumi agar perangkat terhindar dari pengaruh petir dan tegangan asing lainnya.
  • Bagian- bagian grounding:
  1. Kutub pentanahan (komponen metal sebagai penghantar listrik yang ditanam ditanah untuk mempercepat penyerapan muatan listrik)
  2. Hantaran penghubung (metal penghubung antar kutub pentanahan dengan terminal)
  3. Terminal pentanahan (titik yang dihubungkan pada perangkat)
  4. Tahanan pertanahan (seluruh tahanan listrik yang dimiliki sistem penanahan)
  5. Tahanan jenis tanah (tahanan listrik dari tahanan tanah berbentuk kubus (V=am3) dinyatakan dalam ohm meter kubik.

KLIK FOR DOWLOAD

0

PEMELIHARAAN INSTRUMENTASI NUKLIR

EDISI 1 (PENDAHULUAN)

 

  • Pemeliharaan adalah kegiatan yang bertujuan untuk menjaga kerja dari suatu alat atau sistem agar bekerja atau beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.

KURVA TUB

 

Gambar 1. Kurva Bath Tub

  • Kurva Bath tub adalah kurva yang menunjukan suatu unjuk kerja alat terhadap fungsi waktu. Semua peralatan atau sistem diusahakan memiliki phase II semaksimal mungkin, yakni dengan meningkatkan keandalan dan memperkecil laju kegagalan.
  • Tujuan pemeliharaan: menjaga keandalan, menjamin kontinuitas, memiliki akrasi dan stabilitas yang tinggi.
  • Pemeliharaan digolongkan menjadi tiga, yaitu:
  1. Pemeliharaan terhadap kerusakan alat atau sistem dan memperbakinya
  2. Pemeliharaan pencegahan
  3. Pemeliharaan peramalan (mengacu pada pengamatan parameter sistem yang kritis)
  • Tujuan pokok pemeliharaan
  1. Optimalisasi : efisiensi, MTBF, dan ketersediaan
  2. Meningkatkan kendali mutu pekerjaan di Laboratorium
  • Faktor keberhasilan pemeliharaan
  1. MTBF (Mean Time Between Failure) selang waktu rata- rata diantara dua kerusakan peralatan (kurun waktu: jumlah kerusakan)
  2. MTTR (Mean Time To Repair) selang waktu rata- rata yang diperlukan untuk mereparasi instrument (termasuk menyediakan suku cadang), jumlah waktu reparas: jumlah reparasi

Keberhasilan pemeliharaan memiliki nilai maksimal jika nilai MTBF nya besar dan nilai MTTR nya kecil.

 

0

Dan Tuhanpun Cemburu

Pada semu bisa ku palingkan seluruh tubuhku

Hingga bergejolak jiwa dan utuh pikiran

Tak ada bias semua bebas

lepas

 

pada kekasih kupersembahkan carut marut tanpa cemberut

aku lingkarkan suka kasih tanpa lirih

Tak ada bias semua bebas

lepas

 

diam- diam tuhan tahu dan akut pada cemburu

belum pernah aku semulus dan amat tulus

Tak ada bias semua bebas

lepas

 

semua bergejolak

dalam lingkaran semak

tak pernah ada gundah tak bersajak

 

Dan Tuhanpun Cemburu

Pada semu, pada kekasih, pada diam dan bisu

2015-

4

Operasi Kinetika Pengendalian Reaktor

reaktorXnuklir

 

 

  1. Jenis reaktor

Reaktor nuklir: tempat terjadinya reaksi nuklir.

Reaksi nuklir: reaksi pembelahan inti berantai yang terkendali atau dikendalikan

Inti dapat membelahà fisile materialà U233 (th232), U235(alami),Pu239(dibuat U234)

Menurut manfaatnya, reaktor nuklir dibagi dua. Yaitu:

  1. Reaktor risetà neutronà produksi isotop, analisis material

Contohnya: iradiator gama, analisis aktivasi neutron, diklat

Daya reaktor riset; rendah (0-1 MW), sedang (1<P<10 MW), tinggi (P>100 MW)

  1. Reaktor dayaà pembangkit panas

Menurut reaksi fisinya, ada dua jenis rekator. Yaitu:

  1. Reaktor termal: reaksi fisi dengan neutron termal
  2. Reaktor cepat: reaktor pembiak penghasil Pu239

 

  1. Komponen pada reaktor dan fungsinya

 

  1. Teras (core): bahan bakar, penyerap neutron, moderator
  2. Reflektor (khusus di reaktor riset, jikapun ada di reaktor daya biasanya berupa air). Fungsinya untuk memantulkan neutron dan mengembalikan neutron ke teras reaktor
  3. Fasilitas iradiasi (reaktor riset)
  4. Pendingin reaktor (primer dan sekunder)
  • Primer (reaktor riset): untuk memindahkan panasa dari teras ke pesawat penukr panas
  • Primer (reaktor daya): pembangkit uap (PWR, HWR, GCR)
  • Sekunder: pemindah panas ke pesawat pemindah panas ke lingkungan serta pembangkit uap ke lingkungan
  1. Demineralizer: sistem pengelolaan air pendingin untuk menjaga PH agar tetap sesuai spesifikasi teknik
  2. Sistem instrumentasi dan kendali reaktor untuk memonitor paparan radiasi gamma, memonitor daya, memonitor periode
  3. Sistem ventilasi: untuk mengatur tekanan dalam gedung reaktor agar lebih rendah dari tekanan udara di luar gedung reaktor tujuannya, ketika kecelakaan nuklir terjadi dapat megurangi zat radiaaktif yang keluar dari gedung reaktor.
  4. Perisai radiasi: pelindung radiasi

Reaktor daya: dibuat dari bejana tekan, stailess steel (0,5-1 m)

Reaktor riset: dibuat dari beton berat 2,5 m

Tahapan untuk membangun reaktor (PP 43 tahun 2000)

  1. Izin tapak
  2. Izin kontruksi
  3. Izin operasi (diajukan bersama AMDAL)
  4. Dekomisioning (pengembalian tapak menjadi semula sebelum adanya PLTN)

Prosedur operasi reaktor nuklir

  1. Menghidupkan sistem ventilasi primer dan sekunder
  2. Menghidupkan pendingin primer dan Demineralizer
  3. Ukur dan catat temperatur awal air pendingin primer dan sekunder
  4. Menghidupkan power Sistem Instrumentasi Kendali (SIK)
  5. Melakukan uji fungsi SIK
  6. Reaktor dihidupkan

*uji fungsi

  • Sistem penggerak batang kendali naik atau turun
  • Sistem pancung/ scram menyebabkan batang kendali naik
  • Batas keselamatan menyebabkan 110% daya naik, dan sistem scream dalam kondisi meterdaya ,ode kalibrasi.
  • Semua fungsi dalam keadaan baik, maka reaktor beroperasi.
  1. Kalibrasi daya dan batang kendali

Penyerap neutron: sesuatu yang mengendalikan populasi neutron dalam reaktor.

Untuk mengukur kemampuan batang kendali dilakukan kalibrasi secara periodik.

Kalibrasi dilakukan untuk menjaga kereaktivitas lebih teras.

kereaktivitas lebih teras adalah selisih antara reaktivitas total dengan reaktivitas kritis yang sama dengan harga reaktivitas salah satu batang kendali yang berada dalam teras pada saat kritis (daya nol).

Masa kritis reaktor adalah: jumlah minimum bahan bakar saat reaktor kritis.

  1. Kalibrasi batang kendali

Kalibrasi batang kendali dilakukan pada daya rendah agar efek temperatur dan racun (xenon) berpengaruh seminimal mungkin pada reaktor.

Caranya:

  1. Mengamati T1/2 kali atau T2. T tersebut adalah waktu yang diperlukan untuk menaikkan daya menjadi 3/2 atau 2 kali semula
  2. Mengamati hasil reactivity computer

Daya reaktor naik dari kondisi kritis menjadi super kritis ketika batang kendali dinaikkan dari teras reaktor.

Pt= Po Et/T

3/2 Po= Po Et/T

T: periode reaktor

Langkah- langkahnya:

  1. Kalibrasi batang pengatur
  2. Reaktor dioperasikan pada daya nol (batang pengaman dan kompensasi ada diposisi 100%, batang pengatur posisi dibawah 36%)
  3. Naikkan btaang pengatur (amati T1/2, T2, dan reaktivitas komputer)
  4. Daya ditentukan lagi ke daya 0
  5. Ulangi sampai batang pengatur 100%
  1. Kalibrasi daya: mengukur daya termal yang dibangkitkan didalam teras reaktor. Hk. Azas Black: Qserap=Qterima

Ada dua cara, yakni stasioner dan non stasioner

  • Non Stasionerà IP= G(debit air pendingin) C ∆t(selisih pendingin primer sebelum dan setelah melewati P3
  • Stasioner à daya yang dihitung berdasarkan kenaikan temperatur pendingin dalam tangi reaktor

Daya reaktor: dimonitor (daya linier, dan daya logaritma)

  1. Reaktivitas negatif.

Reaktor dioperasikanà dayaàpanas—> perubahan suhuà pemuaoan material dalam reaktorà kerapatn jadi turun.

Mengukur nilai harga reaktivitas negatif:

  1. Hidupkan reaktor hingga daya 100 KW, pendingin primer dihidupkan
  2. Catat posisi batang pengatur dan temperatur bahan bakar
  3. Pendingin primer dimatikan untuk menurunkan daya
  4. Daya dinaikkan ke 100 KW, batang pengatur dikendalikan
  5. Catat posisi pengatur dan posisi bahan bakar

Besarnya koefisien reaktivitas negatif temperatur adalah perbandingan anara jumlah (rho) yang diperlukan untuk menaikkan daya (setelah turun ke daya semula) dengan kenaikkan suhu bahan bakar.

bersambung~